Arman terdiam. Ia tidak langsung menimpali. Kepalanya sedikit menunduk, jelas sedang memikirkan ucapan Tanti. Beberapa detik kemudian, ia tertawa pendek.
"Eh iya juga ya. Tadi lupa pula aku nanya sama Mama kek mana reaksi Arsya pas disuruh ngajak Dede. Nggak kepikiran aku, soalnya."
"Nah kan," sahut Tanti cepat. "Abang tahu kan orang itu. Mukanya aja tenang, tapi pikirannya mutar ke mana - mana."
"Kalau gitu berarti bisa ribut lah mereka di sana," kata Arman setengah bercanda.
"Asal jangan ribut betulan aja lah," jawab Tanti. "Capek juga kita dengarnya nanti."
Arman tersenyum kecil. "Bisa aja nggak ribut kalau ada yang menemani."
Tanti langsung menoleh tajam. "Eh jangan libatkan aku ya. Aku nggak mau. Kalau abang mau ke sana, pigi aja sendiri. Aku mau ke Korea sendiri atau ajak siapa