"Bohong!" suara Arsya meninggi, membuat Tanti refleks menegakkan punggung.
"Beb … kamu kenapa sih, kok jadi marah?" Sandra mulai defensif. "Emangnya Dede bilang apa? Jangan - jangan dia mau fitnah aku."
"Dede nggak bilang apa - apa soal kamu," jawab Arsya sambil melirik Dede.
"Terus kenapa kamu nanya gitu?" tanya Sandra.
"Karena aku pengin dengar kamu jujur."
Sandra tertawa kecil di ujung sana. "Aku selalu jujur, beb. Kamu bikin aku deg - degan deh."
Arsya menghela napas panjang. "Kamu nyuruh Dede jauh - jauh dari aku. Memangnya kamu siapa ya? Kok bisa - bisanya ngatur urusanku sama Dede."
"Aku pacar kamu, beb. Lucu deh kamu nanya lagi," jawab Sandra, tawanya terdengar sarkas.
"Aku pikir nggak lagi mulai sekarang. Aku mau kita putus, dan kita nggak ada urusan lagi."
"Sya!" Sandra