Untuk sesaat, nama Sandra benar - benar menguap dari ingatan mereka, tergantikan oleh rasa penasaran, lampu - lampu cantik, dan rencana duduk santai yang semoga bisa meredakan ketegangan.
Namun buat Arsya, ini hanya jeda.
Begitu ia turun dari mobil tadi, ponselnya kembali berada di genggaman, satu panggilan tak terjawab dari Sandra muncul di layar.
Ia menatapnya lama, sebelum akhirnya memasukkan ponsel ke saku. Untuk sekarang, biarlah mereka mengikuti Tanti dengan keceriaannya, biarlah pantai jadi kesenangan mereka sore ini dan dengan segala ke-estetikanya, kata Tanti.
Urusan Sandra dipinggirkan dulu, lagi pula sudah tidak penting lagi. Keinginan Arsya hanya ingin meluapkan kekesalannya kepada Sandra dan memutuskan hubungan mereka, cuma itu saja.
---
Kebahagiaan terlihat jelas di wa