Eyang Nino kemudian mengalihkan pandangan ke Tanti yang sejak tadi lebih banyak diam, menikmati puding sambil mendengarkan.
"Tanti, rangking berapa?" tanya eyang Nino.
"Ranking lima, eyang," jawab Tanti lalu nyengir. Benar - benar tidak ada beban.
"Wah, hebat juga itu," sahut Nini Priska. "Lima besar."
"Iya, Ni," kata Tanti sambil tersenyum tipis. "Tadi kata mama, pulang nanti mau bikin syukuran. Jarang - jarang masuk lima besar, soalnya."
Cara Tanti mengatakannya terdengar biasa saja, tanpa nada membanggakan. Justru itu yang membuat beberapa orang tertawa. Tante Jeje ikut tertawa geli dibuatnya. Bahkan Yangti Sarah yang biasanya kalem ikut tertawa kecil.
"Beneran itu syukuran?" celetuk Aki Owie seperti tidak percaya melihat cara Tanti menyampaikannya.
"Nggak tahu juga, Ki ... mamak