"Enak kali ya hidup pakai mood," celetuk Dede.
"Liburan kan memang gitu, jangan dikejar-kejar jadwal, bebas mau ke mana aja yang penting sudah ada listnya " balas Arman.
Tanti mengangguk setuju.
Di sela obrolan, Arman beberapa kali tanpa sadar menggeser piring atau minuman Tanti yang terlalu dekat ke pinggir meja. Gerakannya halus, refleks, seolah itu sudah biasa ia lakukan.
Tanti menyadari, tapi tidak mempersoalkan. Ia hanya membiarkannya.
Sesekali, bahu mereka bersentuhan ketika sama-sama condong ke depan. Tidak ada yang menjauh. Tidak ada pula yang memikirkan apa-apa.
Hanya terasa… nyaman.
Di seberang meja, Arsya Juga asik ngobrol dengan Dede, ada saja yang mereka bicarakan. Sesekali Arman dan Tanti ikut menanggapi. Benar-benar mereka malam ini tidak ada beban.
Sandra bisa menun