Arsya memutar bola matanya malas.
"Kamu nggak mau nunggu Mama pulang dulu?"
"Nggak usah lah. Gabut aku, tolong bilang aja sama Tante Ana," jawab Dede, lalu menoleh ke Sandra. "Yuk, San … aku pulang dulu."
"Pulang sama siapa?" tanya Arsya.
"Sama Bang Zaki. Tadi dia ke POM isi minyak, mungkin sudah sampai depan," jawab Dede. "Dah lah ya. Aku pulang. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab Arsya pelan.
Sandra tetap diam. Seolah kata - katanya tertahan di tenggorokan.
Pintu sudah tertutup, Sandra masih tetap duduk.
"Dari tadi kamu berusaha bikin aku pergi," katanya, suaranya bergetar menahan emosi. "Tapi waktu dia datang, kamu tahan."
"Bukan gitu, San," Arsya buru-buru menjelaskan. "Dede itu beda."
"Aku sudah tahu dia beda," potong Sandra. "Makanya dari awal aku bilang, aku nggak m