"Di rumah kamu."
"Hah!"
Reaksi itu bekerja sangat efektif.
Hanya hitungan detik kemudian, pintu kamar Arsya terbuka. Ia keluar dan turun dari tangga dengan kaus dan celana pendek, rambut basah dan masih acak - acakan karena belum disisir. Wajahnya terlihat benar - benar kaget.
"Kamu kaget ya?" tanya Sandra sambil tertawa kecil ketika menyambutnya di bawah.
"Kaget banget," jawab Arsya. "Kok kamu bisa ke sini?"
Sandra tidak tahu saja kalau Arsya hampir saja kena serangan jantung dibuatnya.
Sandra mengedarkan pandangannya lagi sebelum menatap Arsya.
"Habisnya aku tadi nyusulin kamu ke tempat latihan basket, tapi kamu nggak ada. Katanya ada acara keluarga. Makanya aku langsung ke sini."
Arsya refleks melirik ke arah luar rumah, masih aman. Papa dan Mamanya belum pulang.
Sandra melanj