Tanpa berpikir lebih lama, ia menekan layar, menggeser menu, lalu mengaktifkan airplane mode. Layar ponsel menjadi sunyi dalam sekejap.
Ia meletakkan benda hitam itu di atas nakas, lalu merebahkan tubuhnya ke kasur, memeluk gulingnya.
"Tumben kau matikan HP kau?"
Suara Arman terdengar jelas dari sisi sebelah. Arman masih duduk bersandar di sandaran tempat tidur, belum sepenuhnya siap tidur. Ia melihat jelas gerak-gerik Arsya barusan, sesuatu yang hampir tidak pernah dilakukan adiknya itu.
"Malas aku," jawab Arsya singkat. "Ribut kali."
Arman mengangkat alis. "Siapa yang ribut?"
"Siapa lagi lah…"
"Mama?"
Arsya langsung menoleh. "Kok mama?"
"Ya mana ku tahu siapa yang kau bilang ribut itu," jawab Arman santai. "Kau kan nggak bilang, jadi aku cuma nebak."
Arsya menghela napas lagi,