---
Mereka memilih restoran Jepang yang nyaman dan tidak terlalu ramai di lantai paling atas. Resto ini memang di list paling atas yang sudah dibuat Arman. Mereka datang diwaktu tanggung antara jam makan siang yang sudah lewat dan jam makan malam yang masih jauh. Hanya ada empat atau lima meja yang terisi saat ini, tapi mereka tidak terlalu memperhatikan, apalagi pelayan resto sudah menunjukkan meja yang pas untuk mereka berempat.
Sementara itu, di salah satu sudut restoran yang agak jauh dari pintu masuk, ada dua orang yang sejak tadi tanpa sadar memperhatikan suasana sekitar. Dhevi dan Anya juga sedang makan siang di tempat yang sama. Meja mereka tidak terlalu dekat, tapi cukup strategis. Anya duduk berhadapan langsung dengan pintu masuk, sehingga orang pertama yang menyadari kedata