"Ternyata Jakarta dingin, ya," celetuk Tanti.
"Ini kan karena Ac mobil," balas Arman. "Diluar tetap panas."
Mereka pun tertawa dengan lelucon receh itu ditanggapi Arman serius.
Mobil melaju meninggalkan bandara.
Perjalanan dimulai dengan memasuki tol menuju ke luar bandara, vibes ibukota langsung terasa padahal ini masih daerah pinggiran. Mereka berempat ini bukanlah pendatang baru di Jakarta, bahkan dua diantaranya sangat sering. Tapi tetap saja begitu sampai di Jakarta terasa beda.
Gedung - gedung tinggi mulai terlihat, lalu lalu lintas Jakarta yang padat tapi teratur. Sepanjang perjalanan, mereka tetap mengobrol, tertawa, saling melempar cerita kecil tentang perjalanan tadi.
Arsya kini lebih banyak diam, tapi bukan murung. Ia mendengarkan, sesekali tersenyum tipis. Ponselnya sempa