"Siapa itu?" tanya Sandra. "Dede, ya?"
"Iya," jawab Arsya tanpa merasa perlu menutupinya.
"Kamu bilang lagi di rumah. Kok sama Dede?" Nada suara Sandra berubah, terdengar seperti menuntut penjelasan.
"Ya maksudku di rumah Dede," jawab Arsya santai, seolah tidak ada yang janggal. Dia memang tidak merasa berbohong.
"Kenapa sih belajar aja harus ke rumah Dede? Aku juga bisa diajak belajar."
"Aku udah biasa di sini. Memangnya kenapa?" balas Arsya datar.
Percakapan itu ternyata masih bisa didengar Dede. Pintu kamarnya memang belum tertutup rapat. Dia berdiri di balik pintu, tidak berniat menguping, tapi suara Sandra cukup jelas.
"Malam minggu kok malah kamu di sana belajarnya. Kalau nggak mau pergi jalan - jalan ya nggak apa - apa, tapi kamu kan bisa belajar di sini," lanjut Sandra.
"Ak