"Nggak ada apa - apa," jawab Mama Tanti santai. "Cuma mau ngabisin duit bapakmu aja."
Dede dan Arman yang sedari tadi duduk berhadapan langsung tertawa. Tawa mereka refleks, lepas.
"Klian jangan ketawa dulu ya," potong Tanti cepat sambil mengangkat telunjuk. "Mamakku ini nggak serius. Pasti ada tujuannya. Kita dengar baik - baik ya." Ia lalu menoleh ke arah mamanya. "Jadi mau ngapain Mama ke Jakarta?"
Mama Tanti menghela napas pelan. "Si Anisa mau wisuda. Rayyan juga, dimintanya Mama hadir."
"Nah kan," sahut Tanti cepat, lalu menoleh ke arah Dede dan Arman. "Anak asuhnya yang mau wisuda. Jadi datang ke Jakarta bukan kayak Sultan mau ngabisin uang ya. Mon maaf."
Dede tersenyum, lalu memberanikan diri lagi.
"Jadi pas lah ya, Tante," katanya. "Kami berangkat duluan sama Tanti. Nanti kan