"Sore," jawab Mama Tanti sambil menyambut tangan Arman itu. Matanya meneliti Arman dari ujung rambut sampai kaki. "Siapa ini, kok tante belum pernah jumpa?"
"Aku Arman, Tante, teman sekolah Tanti juga."
"Kayak pernah dengar," gumam Mama Tanti sambil mengernyit ringan, mencoba mengingat.
Arman tersenyum kecil. Sebelum ia sempat bicara lagi, Dede langsung menyela.
"Bang Arman ini sahabatku dari kecil, Tante, adiknya namanya Arsya."
"Ohh …" Mama Tanti langsung mengangguk. "Anaknya Pak dokter itu ya. Ini kan yang kau bilang ganteng kali, Dek?" tanyanya sambil melirik ke arah Tanti.
Dede langsung tertawa ngakak, sampai harus menutup mulutnya sendiri. Arman menahan senyum, melirik ke Tanti yang panik.
"Ma … janganlah gitu kali ... kok frontal, kan malu aku," protes Tanti sambil menarik uj