Sontak Arman tertawa ngakak.
"Kok ngeri kali ngomongnya .... masa sih aku seseram itu? Apa iya, Tan?" tanya Arman ke Tanti.
Tanti menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Uhmm ... cemana ya ngomongnya ... bukannya aku pro Dede, tapi memang iya sih, Bang ... ada aura tentara kayak lagi nyuruh push up kalo abang lagi serius."
Arman tambah ngakak.
Dede dan Tanti pun tertular ikut tertawa, bahkan mengundang meja lain melihat ke arah mereka, tentu saja membuat penasaran, seorang Arman Mahendra tertawa lepas tanpa beban. Mereka tidak pernah melihat pemandangan seperti ini.
"Kemasukan Abangku itu kali ya ..." komentar Arsya dari mejanya.
"Kayaknya Dede berhasil menghibur Arman," kata opung," Mungkin lucu kali yang mereka bicarakan itu."
Arsya menoleh cukup lama ke arah mereka.
----
Bel pe