Arman mengangguk pelan, meski ia sebenarnya sudah tahu semua itu. Tidak mungkin ia melewatkan kisi-kisi ujian, apalagi matematika. Tapi ia membiarkan Dede bicara, pura - pura mencatat, pura - pura lupa.
"Udah itu aja bang," kata Dede. "Kalau mau, besok aku kirim catatan ringkasnya."
"Boleh," jawab Arman. "Makasih ya."
Setelah jeda sebentar, Arman tidak langsung menutup telepon. Ia menggeser posisi duduknya, menyandarkan punggung ke kepala ranjang.
"De," katanya lagi. "Liburan semester tinggal tiga minggu lagi ya."
"Iya," jawab Dede. "Cepat kali rasanya."
"Ada rencana nggak kita? Biasanya beberapa hari abis ujian kan kita cabut, malas aku ikut class meeting," tanya Arman, nadanya sengaja dibuat ringan, seolah itu cuma obrolan biasa.
Dede terdiam sebentar.
"Hmm ...ada sih kepengenku,