"Nggak usah heran lah," balas Arman santai sambil melangkah masuk kamar Arsya sebentar. "Biasa juga kan aku pergi sama Dede?"
"Iya, tapi biasanya ngajak aku," sahut Arsya. Ada nada protes yang tidak ia sembunyikan. Arman langsung menangkapnya,"Dasar nggak tau diri, cemburu bilang aja.."
"Itu kan biasanya," kata Arman. "Tadi kau kan sama pacarmu itu. Nggak mau aku ngajak - ngajak, soalnya nggak enak ngobrolnya kalau ada orang lain. Dede juga nggak cocok sama pacarmu itu."
"Nggak cocok gimana? Kulihat biasa aja."
"Biasa lah perempuan, feelingnya suka tajam, kalo menurutnya dia nggak perlu suka, kenapa dia harus suka?"
"Dia nggak pernah bilang sama aku.'
"Ngapain dia bilang - bilang, pacarmu kan bukan kawannya. Kalopun dia nggak suka, apa pedulimu rupanya? memang kau jadi putus sama pac