Waktu berjalan dengan sangat cepat ,kasih sayang yang Laura harapkan ternyata hanya semu belaka .Dan sang kakak Galang pun juga berubah tidak seperti dulu ,dia sekarang sibuk dengan teman temannya ,Sampai dia berusaha mendapatkan beasiswa untuk masuk sekolah kelas tujuh sampai sembilan supaya mendapatkan perhatian dari sang ibu ,tapi kasih sayang yang dia harapkan tak kunjung dia dapatkan.KAsih sayang itu justru ke sang kakak GAlang,ibu dan bapaknya justru lebih memperhatikan sang kakak dari pada dirinya,sang kakak yang dulu juga perhatian kepdaa dirinyaa sekarang sudah mulai melupakan dirinya ,semakin dewasa kakaknya seakan jauh darinya seperti ada jarak di antara mereka.HAti Laura seakan beku dengan semua itu,tidak ada lagi air mata yang keluar dari matanya .Dia menjadi gadis yang pendiam tidak suka bergaul dengan teman sebayanya.
Dikediaman Laura saat ini,sekarang kedua orang tua Laura berada di rumah,karena kondisi sang ibu yang sedang hmil besar .
" Ra....sini ,bapak ingin bicara dengan kamu ?' panggil PAk Joko ayah Laura, ketika melihat sang anak tiba dari luar entah dari mana.
" iya pak ,ada apa ?' ucap Laura sambil duduk di kursi di depan ayahnya dan di sana juga sudah ada bu Marni .
" Begini kamu kan anak perempuan nanti setelah lulus sekolah gak usah lanjut sekolah ya,buat apa sekolah tinggi tinggi toh ujung ujungnya juga pekerjaan kamu juga di dapur jika sudah menikah nanti " ucap Joko dengan santai ,tanpa di sadarinya bahwa ucapannya itu menyakiti hati sang anak.
" kenapa begitu pak,apakah bapak sudah tidak bisa membiayai sekolah kami berdua sehingga bapak bilang seperti itu ?" tanya Laura tapi dia merasakan sesak di dadanya .
" Bukan seperti itu ra " balas Pak joko
" lalu seperti apa pak ?"balas laura
" ya seperti yang bapak bilang tadi ra ,anak perempuan tidak usah sekolah tinggi tinggi ra ,cukup kamu bisa baca ,tulis dan menghitung ra " balas pak Joko.
" Lalu bagaimana dengan kak Galang ?" tanya LAura lagi
" Kalau kakakmu harus sekolah tinggi ra ,dia anak laki laki yaang nanti akan menjunjung martabat kedua orang tuanya !" bukan pak joko yang menjawab tapi bu MArni ibu Laura.
"Apkah ibu yakin jika kak galang suatu saat nanti akan menjungjung martabat bapak dan ibu !" balas LAura dengan perasaan yang sudah tidak bisa di ucapkan.Laura bicara seperti itu karena dia sudah tidak lagi dekat dengan sang kakak.
" kenapa harus laura yang harus berhenti sekolah jika bapak dan ibu tidak bisa mebiayai sekolah laura,laura akan cari beasiswa lagi untuk sekolah LAura selanjutnya , oh apakah karena calon adik itu jadi bapak sama ibu bilang seperti itu " balas Lauraa.
" Sudah dari dulu Laura bilang ,jika Laura tidak mau punya adik, bukan karena Laura tidak suka tapi karena ekonomi kita pak, Laura sadar jika kita dari keluarga yang pas pasan ,dengan bertambahnya anggota keluarga kita ,bagaimana nanti nasipnya " balas LAuraa.
" kamu tidak usah memikirkan sampai sejauh itu ra,bapak dan ibu yang akan memikirkan semua itu , jadi bagaimana keputusan kamu ,karena sebentar lagi kamu lulus dari kelas 9 ra " ucap bu Marni.
" Memikirkan apa bu,memikirkan supaya laura berhenti sekolah saja begitu ,mengorbankan masa depan dan cita cita laura ,jika laura berhenti tidak lanjut sekolah apa yang harus laura lakukan ,mau cari kerja ,pekerjaan seperti apa yang akan laura dapatkan jika hanya lulusan Smp saja,rara tetap ingin sekolah " ucap Laura sambil berlalu pergi meninggalkan pak joko dan bu MArni.
LAura masuk ke kamarnya ,dia menangis tanpa suara mengeluarkan sesak di d**a yang dia tahan sejak tadi .Sudah lama sekali dia tidak menangis .
"kenapa ...jadi seperti ini ,kenapa setelah mereka pulang dan tidak lagi pergi jauh kasih sayang yang ku inginkan tidak kunjung aku dapatkan ,kenapa justru kakak yang mendapatkannya " monolog LAura ,sakit hatinya tidak ada orang yang tahu akan hal itu .
Waktu berganti dengan cepat,Laura bangun pagi pagi sekali untuk bersiap kesekolah sebelum itu dia harus masak dan beres beres kamarnya ,dia akan membawa bekal ke sekolah karena dia tidak di kasih uang saku dari ibunya hanya sang kakak yang mendapatkannya.
Laura tahu akan hal itu kejadian yang tanpa di sengaja jika ibunya memberikan uang saku ke kakaknya tapi tidak dengan dirinya,dia hanya diam saja,Laura berfikir bagaimana caranya agar tidak kelaparan dan kehausan nanti di sekolah ,jadi Laura berinisiatif membawa bekal dan air ke sekolah, untung dia mendapatkan beasiswa jadi dia tidak minta uang ke orang tuanya.
Laura pergi ke sekolah tanpa berpamitan kepada orang tuanya ,karena hatinya masih merasakan sakit hati akan ucapan ayah dan ibunya.