Seorang gadis hidup sederhana dengan kakak satu satunya,kedua orang tuanya bekerja keras merantau di kota supaya bisa menghidupi anak anaknya dan bisa mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak anak yang lainnya ,walaupun mereka tidak mengenyam bangku pendidikan tapi sang ibu ingin anak anaknya tidak seperti mereka ,mereka ingin anak anaknya tidak di hina dan di pandang sebelah mata.Kerasnya kehidupan membuat mereka berdua hidup berjauhan ,meninggalkan anak anak mereka yang masih kecil hanya hidup berdua .
" Kak,kapan ibu dan bapak akan pulang kak?, tanya sang adik LAura yang masih kecil berusia 9 tahun.
" Kakak juga tidak tahu dek,kapan bapak dan ibu akan pulang,paling juga cuma ayah yang akan pulang ,dan itupun cuma sebentar seperti biasa cuma ngasih kita uang buat biaya kita dan pergi lagi dek", balas sang kakak Galang usia 11 tahun.
" hick...hick.....apakah mereka sudah tidak ingat dengan kita lagi kak, aku hanya ingin memeluk ibu kak, adek kangen sama ibu kak,dan besok hari di mana pengambilan raport apakah mereka tidak bisa menyempatkan untuk pulang walau hanya sebentar kak hick....hick....aku juga ingin seperti teman teman kak,di antar sekolah oleh orang tua mereka pasti besok semua anak datang dengan orang tuanya ke sekolah untuk pengambilan raport" ucap LAura dengan berlinang air mata.Sang kakak yang melihat sang adik merasa iba , dia tidak bisa berbuat apa apa hanya memeluk tubuh mungil sang adik yang sedang menangis ,dia hanya bisa meratapi nasip mereka yang jauh dari orang tua sejak kecil ,mereka seakan di tuntut untuk hidup mandiri di usia dini.Walau berat mereka menghadapi semuanya sendiri ,meski ada saudara angkat dari sang Ayah tapi mereka tidak menyukai kedua kakak beradik itu .
Nenek serta bibi angkat dari sang ayah tidak menyukai mereka berdua ,entah salah apa mereka sehingga di benci oleh semua keluarga angkat dari sang ayah.
Karena terlau lama menangis Laura tertidur di dalam pelukan sang kakak,dan galang menggendong sang adik ,menidurkan sang adik dikamarnya dan setelah itu dia keluar darikamar Laura.Sebelum dia beranjak dari kamar LAura dia menatap sendu sang adik ,Galang sebagai kakak merasa tidak bisa berbuat apa apa kareana saat ini dia masih kecil dan masih butuh bimbingan dari kedua orang tuanya ,tapi dia tidak mendapatkan itu.
" Maafkan kakak dek,kakak tidak bisa memberikan kasih sayang yang kamu inginkan "monolog GAlang ,sambil mengelus kepala sang adik yang sudah terlelap .
Galang pergi dari kamar LAura dan menuju kamarnya sendiri ,GAlang merebahkan tubuhnya di atas kasur lusuh dan menatap langit langit kamarnya ,
" Pak,buk kapan kalian kembali kenapa kalian tega meninggalkan kami di sini ,keluarga bapak tidak menyukai kami pak,apa yang harus galang lakukan pak,buk, Galang tidak bisa seperti ini terus menerus pak,apakah galang bisa menjaga adek sampai besar nanti pak ,kenapa bapak dan ibu tidak bawa kami juga ,biar kami tidak di kucilkan pak " monolog galang tanpa di sadari air matanya juga ikut mengalir begitu saja .
Kenapa nasipnya seperti ini ,Galang menarik nafas dalam dalam menghilangkan rasa sesak di rongga dadanya .
Waktu berjalan dengan cepat ,tak terasa pagi datang menyambut sang mentari yang muncul dari timur dengan sangat cerah.Tak secerah wajah manis laura hari ini ,hari ini di sekolah mereka penerimaan raport tapi karena orang tua mereka tidak bisa datang terpaksa harus di wakilkan oleh bibi atau paman mereka yang kebetulan sepupu mereka satu kelas dengan kakaknya.
" kak,ayo sarapan dulu kak "ajak laura kepada sang kakak.Yah walaupun LAura masih kecil dia sudah bisa memasak dan menyalakan kompor ataupun tungku traditional ,karena kehidupalah yang mengharuskan Laura harus bisa semua pekerjaan rumah,meski ada sang kakak,tapi Laura ingin membantu kakaknya semua pekerjaan rumah.
" iya dek,ayo kita makan dulu " jawab Gaalang.
" kak,maaf kalau tadi aku kesiangan bangunnya jadi nasi sama sayur kemaren yang kita makan ! ucap Laura sendu.
"tidak apa apa dek,kita harus bersyukur masih bisa makan meski sayur kemaren ,masih ada orang orang yang tidak bisa makan dek,jadi tidak apa apa ya jangan sedih " balas Galang menghibur sang adik sambil mengelus kepala adiknya.
"iya kak,maaf kalau Laura tidak bisa bersyukur " ucap LAura.
" iya tidak apa apa ,ayo sarapan nanti kita telat " balas Galang.
Mereka sarapan dengan tenang ,walau makan mereka sederhana yang terpenting mereka tidak kelaparan.Mereka berangkat sekolah bersama,sekolah mereka dekat dengan rumah mereka hanya butuh waktu 5 menit saja untuk sampai di sekolah.
Setibanya di sekolah mereka berpisah karena kelas mereka memang berdeba.
" hai...ra....gimana ,siapa yang ambil raport kamu hari ini ?'tanya si A salah satu teman sekelas LAura ,Laura hanya diam saja dan berlalu begitu saja menuju bangkunya.Tidak menghiraukan teman temannya .
" Pasti tidak ada yang datang lagi orang tuanya "ucap si B .
" Kasihan dia ,setiap tahun bukan ayah atau ibunya yang ambil raport" ucap Si A lagi.
" Iya tapi kan ada paman atau bibi nya yang datang untuk ambil raportnya seperti tahun tahun sebelumnya " kata si B.
" Sudahlah biarkan saja ,kita juga tidak bisa berbuat apa apa kita masih kecil " balas si A.
Waktu pembagian raport telah tiba ternyata paman atau bibi Laura tidak bisa mengambil raportnya ,karena pamannya masih mengambil raport milik sepupunya dan juga kakaknya jadi punya Laura di ambilkan oleh wali lain yang kenal dengan kedua orang tuanya.
" Laura ini raport kamu ,dan selamat ya kamu dapat peringkat pertama , pertahankan prestasinya ya " ucap orang yang mengambilkan raport milik LAura sambil menyodorkan raport LAura.
" Terimakasih tante " balas LAura menerima raportnya dengan senyum yang dipaksakan.
Buat apa dapat peringkat jika ayah dan ibunya tidak datang untuk mengambil raportnya ,dan jika di beri tahu jika laura dapat peringkat reaksi orang tua Laura biasa biasa saja .Laura pulang sendiri tanpa harus menunggu sang kakak ,karena kakaknya sibuk dengan teman temannya ,jadi dia pulang sendiri .
Di tengah jalan dia perpaspasan dengan tetangganya yang menyapanya.
" hai....ra...gimana hasil raportnya ,apakah masih di peringkat yang sama seperti tahun tahun sebelumnya ?tanya pak Dadang,Pak Dadang inilah yang selalu memberikan kabar tentang kedua orang tuanya begitu juga sebaliknya ,karena dia yang sering pulang ke rumah dan pergi merantau lagi.Laura hanya menggangguk saja sebagai jawaban.
Pak Dadang yang tahu akan suasana hati LAura mencoba menghiburnya.
" Sudah jangan bersedih ,pasti kedua orang tuamu sangat bangga mempunyai anak yang pintar seperti kamu ra,jadi kamu harus buktikan jika pengorbanan kedua orang tuamu tidaklah sia sia meninggalkan kalian berdua untuk merantau "ucap PAk Dadang.MAta LAura sudah berkaca kaca mendengar ucapan PAk Dadang ,apakah benar orang tuanya akan bangga jika dia selalu menjadi peringkat pertama batin Laura.
"terimakasih pak,kalau begitu saya permisi "ucap LAura setelah mendengarkan nasehat dari pak dadang.LAura pergi meninggalkan pak dadang.
" kasihan sekali anak itu ,anak yang masih butuh perhatian dan kasih sayang orang tuanya tapi harus hidup mandiri "gumam Pak DAdang menatap sendu punggung Laura yang semakin lama semakin menghilang karena sudah masuk kedalam rumahnya.