Uji coba program membaca dinilai berhasil dan diperluas menjadi sepuluh sekolah. Ratna menunjuk Allea sebagai koordinator lapangan, tetapi menegaskan jabatan itu masih bersifat percobaan selama enam bulan.
'Kamu dipilih karena memahami program dari awal,' katanya. 'Bukan karena hubungan keluarga atau pemilik perusahaan.'
Allea menerima dengan bangga sekaligus gugup. Tugas baru membutuhkan perjalanan, pengelolaan relawan, dan laporan anggaran lebih rumit.
Vino tetap membantu pada sistem data. Mereka semakin sering bekerja bersama, tetapi tidak pernah bertemu pribadi tanpa membicarakan batas.
Suatu malam setelah menyelesaikan pelatihan relawan, Vino mengajak Allea makan. Kali ini ia berkata terus terang, 'Aku ingin menyebutnya kencan, kalau kamu bersedia.'
Allea meminta waktu sampai akhir pekan. Ia tidak ingin menerima hanya karena Vino telah bersikap baik. Kebaikan bukan utang yang harus dibayar dengan hubungan.
Ia membicarakannya dengan Arini.
'Apa kamu menyukainya?' tanya Arini.
'Aku nyaman. Tapi aku takut hanya mencari lelaki yang kebalikan Pak Andreas.'
'Vino tidak harus menjadi kebalikan siapa pun. Kenali dia sebagai dirinya.'
Allea akhirnya menerima satu kencan. Mereka pergi ke pameran buku murah dan sepakat membayar barang masing-masing. Vino tidak membelikan buku diam-diam setelah Allea menolak.
Percakapan beralih kepada Sandra. Vino mengaku masih sesekali menerima pesan darinya mengenai pekerjaan baru.
'Kalau kamu belum selesai dengannya, kita tidak perlu melanjutkan,' kata Allea.
'Aku tidak ingin kembali sekarang. Tapi aku juga tidak akan berbohong bahwa kenangan kami sudah hilang.'
'Aku menghargai itu.'
Vino bertanya mengenai Andreas. Allea menjelaskan perasaannya sudah dilepaskan, tetapi kadang masih malu ketika mengingat kedekatan mereka.
'Aku tidak akan bersaing dengan orang yang sudah kamu tinggalkan,' kata Vino. 'Kalau kelak perasaanmu berubah, katakan.'
'Kamu juga harus begitu tentang Sandra.'
'Setuju.'
Kencan berakhir dengan Vino mengantar sampai halte. Ia bertanya apakah boleh memegang tangan. Allea belum mau dan Vino menerima tanpa wajah kecewa.
Di kantor pada Senin pagi, mereka kembali bekerja seperti biasa. Tidak ada pesan pribadi saat rapat dan Vino tidak mengambil alih tugas Allea. Sikap itu membuatnya bersedia menerima kencan kedua.
Konflik muncul ketika salah satu sekolah menuduh laporan jumlah buku tidak sesuai. Angka pada sistem Vino menunjukkan seratus lima puluh buku dikirim, sedangkan sekolah hanya menerima seratus dua puluh.
Allea tidak membela Vino secara otomatis. Ia membentuk pemeriksaan bersama Ratna dan logistik. Vino menyerahkan seluruh akses sistem.
Mereka menemukan tiga puluh buku salah dikirim ke sekolah lain karena kode alamat mirip. Kesalahan berasal dari label logistik, tetapi sistem Vino tidak memberi peringatan duplikasi.
'Aku harus menambahkan pemeriksaan alamat,' kata Vino.
'Dan timku harus memverifikasi penerimaan sebelum menutup laporan,' jawab Allea.
Mereka memperbaiki masalah tanpa saling melindungi. Buku dikirim ke tujuan benar dan laporan koreksi diberikan kepada sekolah.
Ratna memuji cara Allea menangani konflik kepentingan. Ia tetap menyarankan jika hubungan dengan Vino menjadi serius, pengawasan sistem dipindah kepada staf lain.
'Untuk sekarang kami baru dua kali berkencan,' kata Allea.
'Batas tetap lebih mudah dibuat sebelum masalah muncul.'
Allea dan Vino menyetujui pemindahan pemeriksa sistem kepada Damar. Vino tetap menjadi pengembang teknis, tetapi tidak menilai laporan langsung Allea.
Pada kencan ketiga, Allea bersedia menggenggam tangannya. Tidak ada ombak, surat cinta, atau perbedaan usia yang membuat dunia terasa dramatis. Hanya dua orang dewasa yang sedang menguji apakah kejujuran mereka dapat hidup di luar ruang kerja.
Saat pulang, Allea menceritakannya kepada Arini setelah bertanya apakah ibunya ingin mendengar.
'Ibu senang,' kata Arini.
'Jangan langsung membayangkan pernikahan.'
'Ibu baru membayangkan mengundangnya makan.'
'Itu pun nanti.'
Arini tertawa. Ia melihat putrinya menjalani hubungan tanpa harus menjadi penyelamat atau bayangan perempuan lain. Itu sudah lebih dari cukup untuk saat tersebut.