Sandra mengajukan pengunduran diri setelah menerima tawaran kerja dari perusahaan lain. Andreas terkejut karena ia telah lama menjadi sekretaris yang paling dipercaya.
'Apa ini karena masalah Wiranto?' tanyanya.
'Sebagian. Saya butuh lingkungan baru dan ingin dinilai bukan sebagai sekretaris yang mengetahui seluruh urusan pribadi Bapak.'
Andreas tidak menahannya dengan kenaikan gaji. Ia menanyakan apa yang dibutuhkan agar serah terima berjalan baik dan memberikan surat rekomendasi berdasarkan kinerja.
Sebelum pergi, Sandra meminta berbicara kepada Allea. Mereka bertemu di kantin bersama Vino agar percakapan tidak disalahartikan.
'Aku pernah membantu mencari informasi pribadimu tanpa izin,' kata Sandra. 'Pak Andreas memintanya, tapi aku tetap punya pilihan menolak atau memastikan prosesnya sah.'
Allea baru mengetahui sejauh itu. 'Informasi apa yang kamu cari?'
'Alamat, keluarga, dan data ibumu. Sebagian berkas awalmu ternyata tidak lengkap. Aku mendatangi rumahmu bersama Vino.'
Vino membenarkan dan mengakui dirinya ikut tanpa mempertanyakan hak Allea atas privasi.
'Kenapa baru mengatakannya sekarang?'
'Karena aku takut kehilangan pekerjaan dan malu,' jawab Sandra. 'Aku tidak meminta kamu memaafkan. Aku bersedia memberikan catatan semua data yang pernah dikumpulkan.'
Allea meminta catatan tersebut diserahkan kepada bagian perlindungan data perusahaan. Ia ingin memastikan salinan pribadi dihapus dan kebijakan perekrutan diperbaiki.
Andreas menerima laporan itu dengan rasa bersalah. Ia pernah menggunakan kuasa perusahaan untuk memenuhi rasa penasaran pribadi.
Komite etik memeriksa kasus tersebut. Karena Allea meminta perbaikan sistem, bukan penutupan diam-diam, perusahaan membuat aturan bahwa pemeriksaan latar belakang harus memiliki tujuan kerja, persetujuan, dan batas data yang jelas.
Sandra tetap menjalani proses sebelum pengunduran dirinya efektif. Ia mendapat teguran resmi, sedangkan Andreas mencatat pelanggaran pada evaluasi kepemimpinannya sendiri.
'Bapak pemilik perusahaan. Siapa yang menegur Bapak?' tanya Allea dalam rapat.
'Dewan dan komite etik. Kalau sistemnya tidak dapat menegur saya, berarti sistemnya salah.'
Vino meminta maaf secara terpisah. Allea menerima permintaan maaf, tetapi mengatakan kepercayaan perlu dibangun kembali.
'Aku mengerti,' katanya. 'Aku tetap membantu program hanya melalui tugas yang disetujui Ratna.'
Kejujuran Sandra juga mengubah hubungannya dengan Vino. Pada malam perpisahan kantor, Vino mengantarnya pulang. Ia tidak meminta mereka kembali sebagai pasangan.
'Aku bangga kamu mengaku,' katanya.
'Aku berharap kejujuran datang sebelum aku menyakiti orang lain.'
'Kita sering baru berani setelah akibatnya terlihat.'
Sandra menatapnya. 'Apa kamu masih berharap padaku?'
'Aku tidak tahu. Aku sedang belajar membedakan memaafkan dan ingin kembali.'
Mereka berpisah di depan rumah dengan pelukan singkat. Tidak ada janji.
Di hari terakhir, Sandra menyerahkan jadwal serta arsip kepada sekretaris baru. Ia juga memberikan satu amplop kepada Andreas.
'Ini daftar semua perintah pribadi yang pernah menggunakan sumber daya kantor,' katanya. 'Tidak semuanya melanggar aturan, tapi Bapak perlu memeriksa.'
Andreas membaca daftar tersebut. Ada pencarian Arini, pengawasan Allea, pemesanan perjalanan pribadi, dan beberapa permintaan yang dahulu dianggap biasa.
Ia membawa daftar itu ke pertemuan dengan Arini.
'Aku ingin kamu tahu sebelum mendengarnya dari orang lain,' katanya.
Arini membaca tanpa tergesa. 'Aku marah.'
'Kamu berhak.'
'Jangan hanya mengatakan aku berhak. Jelaskan apa yang kamu lakukan sekarang.'
Andreas menceritakan pemeriksaan komite etik dan perubahan aturan. Ia tidak meminta Arini menilai apakah hukuman tersebut cukup.
'Aku membutuhkan waktu setelah ini,' kata Arini.
'Berapa lama?'
'Aku belum tahu. Aku akan mengirim kabar bahwa aku aman. Jangan datang.'
Andreas menerima. Arini pulang membawa daftar tersebut. Pertemuan mingguan mereka berhenti sementara, bukan karena masa lalu lama, melainkan akibat pilihan Andreas yang jauh lebih baru.
Perubahan yang benar memang harus diuji saat kebenaran membuat seseorang kehilangan kedekatan yang baru diperoleh.