Audit independen menemukan lebih banyak bukti mengenai upaya keluarga Putra menghapus keberadaan Arini dan Allea. Ada pembayaran kepada Harsono, catatan perubahan alamat palsu, serta surat internal yang memerintahkan staf menolak semua kiriman atas nama Arini.
Wiranto membaca laporan itu di ruang rapat bersama tiga kerabat senior. Salah seorang pamannya menganggap tindakan tersebut wajar demi menjaga perusahaan saat Wiranto baru membangun karier.
'Anak di luar keluarga resmi dapat dipakai untuk menekan kita,' katanya.
'Allea lahir dari pernikahan sah,' jawab Wiranto.
'Pernikahan yang tidak perlu diketahui publik.'
Wiranto menutup laporan dengan keras. 'Cara berpikir seperti inilah yang membuat seorang anak kehilangan ayahnya.'
Kerabatnya mengingatkan bahwa membuka arsip dapat memicu gugatan dan merusak nama perusahaan. Wiranto menolak menghentikan audit. Ia meminta seluruh dokumen diserahkan kepada pengacara Allea dan tidak ada staf menghubungi Arini secara pribadi.
Keputusan tersebut membuat beberapa anggota keluarga mengancam mencopotnya dari dewan. Untuk pertama kalinya, Wiranto tidak menganggap jabatan sebagai hal yang harus dipertahankan dengan segala cara.
'Kalau syarat memimpin adalah meneruskan kebohongan, aku siap kehilangan kursi,' katanya.
Namun perubahan sikapnya tidak langsung membuat Allea percaya. Saat menerima salinan audit, ia meneliti dokumen bersama pengacaranya dan menolak bertemu Wiranto sampai seluruh arsip dipastikan lengkap.
'Ayah sudah menyerahkan semuanya,' kata Wiranto melalui telepon.
'Ayah menyerahkan apa yang ditemukan tim. Aku belum tahu apakah ada yang disembunyikan keluarga lain.'
'Apa yang bisa kulakukan?'
'Jangan memintaku meyakinkan Ayah bahwa usahamu sudah cukup.'
Wiranto terdiam, kemudian menjawab bahwa ia akan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Arini membaca laporan hanya sebagian. Baris yang menyebutnya sebagai risiko reputasi membuat tubuhnya gemetar. Ia menutup map dan mengatakan kepada Allea bahwa dirinya belum mampu melanjutkan.
'Ibu tidak harus membaca semuanya,' kata Allea.
'Tapi dokumen itu tentang hidup kita.'
'Justru karena itu Ibu berhak memilih bagian mana yang ingin diketahui.'
Arini meminta pengacara membuat ringkasan fakta tanpa mengulang bahasa merendahkan dalam surat-surat keluarga Putra. Bukti asli tetap disimpan, tetapi dirinya tidak perlu terluka berkali-kali untuk membuktikan sesuatu.
Pada pertemuan mingguannya dengan Andreas, Arini menceritakan audit tersebut. Andreas langsung ingin menyediakan tim hukum terbaik, lalu menghentikan kalimat sebelum selesai.
'Kamu sudah mempunyai pengacara,' katanya mengoreksi diri. 'Apa yang kamu butuhkan dariku?'
'Dengarkan saja.'
Andreas duduk bersamanya di taman perpustakaan. Arini menceritakan rasa malu yang selama ini bukan miliknya, tetapi ditempelkan keluarga Wiranto pada hidupnya. Ia pernah takut setiap tetangga mengetahui statusnya sebagai perempuan yang diceraikan dalam keadaan hamil.
'Aku merasa harus membuktikan bahwa Allea tumbuh baik agar orang tidak menyalahkanku,' katanya.
'Allea tumbuh baik karena usahamu, tapi kesalahannya kelak juga bukan bukti kamu gagal.'
Arini menoleh. 'Itu kalimat yang ingin kudengar sejak lama.'
Andreas tidak memeluknya. Ia hanya meletakkan tangannya di atas bangku, terbuka. Arini memilih menyentuhnya.
Di tempat lain, Thalita menerima surat resmi mengenai penyelesaian foto. Ia diwajibkan menghapus semua salinan dan memberikan akses terbatas kepada ahli digital untuk memastikan gambar tidak tersimpan dalam akun awan.
Thalita merasa dipermalukan. Ia menghubungi Wiranto dan menuduh Allea memisahkan mereka.
'Hubungan kita bermasalah sebelum Allea datang,' kata Wiranto. 'Aku membiarkanmu berharap tanpa memberi kejelasan. Itu kesalahanku. Tetapi membocorkan foto adalah pilihanmu.'
'Jadi Om memilih anak yang baru dikenal?'
'Ini bukan perlombaan.'
Wiranto mengakhiri hubungan pribadi mereka dengan jelas. Kerja sama bisnis dengan ayah Thalita tetap ditangani profesional tanpa melibatkan dirinya.
Thalita menangis, tetapi tidak lagi mempunyai ruang untuk menafsirkan perhatian Wiranto sebagai janji. Ia menghapus nomor pribadi lelaki itu dan mulai menjalani kewajiban penyelesaian hukum.
Audit berakhir dengan rekomendasi permintaan maaf resmi dan dana pemulihan hak Allea. Allea menerima permintaan maaf tertulis, tetapi menolak acara publik.
'Aku tidak mau berdiri di panggung keluarga Putra sebagai bukti bahwa mereka sudah berubah,' katanya.
Wiranto menghormati keputusan itu. Pengakuan kesalahan dicatat dalam arsip perusahaan tanpa menampilkan Allea.
Satu kebohongan lama akhirnya memperoleh tempat dalam catatan resmi. Namun bagi Arini dan Allea, penyembuhan tidak datang dari laporan tebal. Ia datang dari kemampuan menutup map ketika lelah dan mengetahui kebenaran tetap ada meski mereka tidak terus-menerus menatapnya.