Athalla menghela nafas panjang. Hari pertama puasanya sungguh menjadi cobaan berat. Teriakan mbak Tami membuat semua penghuni rumah terbangun dan terkejut melihat kakaknya tak sadarkan diri dengan berlinang darah.
Duduk sendirian di ruang depan yang nampak sepi, adzan subuh berkumandang. Dan hari ini terasa berat dengan penjelasan dokter. Luka sobek di kepala kakaknya cukup dalam, bukan hanya itu. Mengingat benturan keras antara kepala tulang tengkorak buatan maha pencipta versus anak tangga buatan manusia dari beton itu menambah kemungkinan terburuk pasca terbentur.
Athalla tak berani menghubungi orangtuanya, pasalnya kondisi abangnya tidak boleh terlalu stress. Bisa- bisa kondisi abang kembali memburuk.
"Ya allah.." Athalla mengusap-usap kasar wajahnya. Dia mengalami perang batin, ant