Di sebuah taman kota terlihat seorang kakek yang udah sangat tua lagi duduk di bangku kosong
Dia terlihat memprihatinkan karena mungkin sang kakek lagi kebingungan atau mungkin kelaparan
Tiba tiba seorang gadis datang menghampiri dan menyodorkan sebungkus nasi dan minuman dalam botol Aqua berukuran sedang
" kek kakek lagi nunggu siapa ?
Kakek itu melihat gadis itu dengan tatapan sendu
" Kakek dimana ini nak ?
" ini taman kota kek, emang kakek mau kemana ? kok sendirian.
" taman kota !
Gadis itu duduk di samping kakek yang ternyata lagi kebingungan berada di mana.
" Kakek haus dari tadi ndak lihat ada yang jualan minuman ?
" oh kakek haus ? ini minum dulu ,aku punya minuman, apa kakek lapar juga? ini sebungkus nasi kakek bisa memakannya ,
" kamu siapa? baik sekali sama kakek !
Kakek itu menerima pemberian arbel dan memulai memakan nasi itu
" aku arbela ,kek bisa panggil arbel aja
" rumah kamu mana arbel?
" rumah arbel di kampung cindai kek, tadi arbel jualan kue tapi udah abis, kakek rumahnya mana ?
Kakek yang udah selesai makan itu malah bengong mendengar pertanyaan arbela
" Kakek ngak tahu rumah kakek ,kakek lupa
" Kakek kesini sama siapa ?
Kakek pun menceritakan kenapa bisa berada di taman kota itu
" alamat rumah cucu kakek di mana biar arbel antarkan !
" tapi kakek lupa dimana alamat rumah cucu kakek nak !
" ya sudah kakek ikut ke rumah arbel dulu, besok kakek bisa lanjutin pencarian rumah cucu kakek, karena hari udah terlalu sore kek?
Kakek pun di tuntun arbela untuk menaiki sebuah angkutan kota menuju kampung cindai
Jarak kampung cindai memang lumayan jauh kalau harus jalan kaki ,
Apalagi bagi seorang kakek yang udah tua renta seperti kakek itu
Makanya arbel naik angkutan agar sang kakek tidak kecapean, meski sebenarnya arbela jarang sekali naik angkutan kota kalo hanya berjalan pulang dari jualan kuenya, bagi arbel uang untuk bayar angkot bisa di tabung, selama kakinya masih mampu berjalan kenapa tidak itung itung sambil olah raga menurut arbela ,
Dia bukanya pelit memang arbela anak miskin dia harus berusaha susah payah bekerja sendiri untuk bisa bertahan hidup di kota sebesar itu,
Apalagi arbela tak punya siapa siapa karena kedua orang tuanya udah meninggal dunia sejak arbel berusia 7 tahun dia cuma di asuh sang nenek yang sekarang juga udah tua renta ,bahkan dari sejak umur itu arbel udah berusaha mencari uang sendiri sambil belajar,
Arbela suka sekali menabung bahkan uang yang di kumpul sedikit demi sedikit itu bisa di pakai arbela untuk biaya melanjutkan sekolah SMP dan SMA dan sekarang arbela udah lulus tamat SMA
Arbel harus berhenti sekolah hanya sampei SMA karena dia tak ingin sang nenek tak terurus. jika dia harus kuliah selain tempat kuliahnya yang terlalu jauh juga.
Usia arbel sekarang udah menginjak 21 tahun dia berkerja tiap hari berkeliling untuk menjajakan kue kue kering atau basah buatan tanganya sendiri dan sisa uang setelah di potong modal untuk jualan lagi, bisa arbel gunakan untuk kebutuhan sehari hari dengan sang nenek .
Perjalanan pulang itu pun sampei di kampung cindai rumah arbel
" pak berhenti di tikungan itu ya ?
" baik non!
Arbel menuntun sang kakek turun dari angkutan setelah membayar tarif angkutan
" makasih pak ! ayo kek kita turun udah sampei
Arbel dan kakek itu berjalan beberapa meter masuk jalan jati, pondok kecil dan sederhana di pinggiran persawahan di ujung kampung
" nak , masih jauh ya ?
" itu pondok arbel udah kelihatan
Kakek pun mengikuti arbel memasuki pekarangan pondok arbel yang cuma beberapa meter ,tapi terlihat bersih rapi dan asri karena masih banyak pohon pohon rindang di sekitar pondok meski cuma pohon mangga dan jambu air
" nek nenek !
Arbel memanggil neneknya yang berada di dalam
" arbel kok sore sekali kamu pulang nak.
" maaf nenek tadi arbel menolong kakek ini
" siapa kakek yang kamu bawa kesini arbel ?
Arbel mempersilahkan sang kakek untuk masuk ke pondok untuk beristirahat, ke dua orang tua itu bertemu dan mulai berbincang bincang
" ayo kek masuk, ini nenek arbel namanya nenek parwati
Arbel menuntun kakek itu dan menyalakan duduk di bangku bersebelahan sama sang nenek ,kakek itu pun menurut saja
" Kakek siapa namanya ? biar arbel mudah untuk panggil kakek
"Kakek Hanuraja Dewantara
Dan kakek itu malah berbincang bincang sama sang nenek setelah menyebutkan namanya
Sementara arbel menuju dapur dan mempersiapkan air hangat untuk mandi ke dua orang tua itu ,karena arbel takut mereka kalau mandi air biasa nanti masuk angin dan kedinginan ,sambil mempersiapkan makan malam mereka bertiga dengan lauk seadanya
" Kakek atau nenek yang mandi dulu ?
" Kek mandilah dulu biar aku mandi nanti
Nenek parwati malah mempersilahkan tamu nya untuk mandi dulu
Kakek Pun menuruti, dia melangkah menuju kamar mandi di antar arbela,
Arbela juga menyiapkan baju ganti kakek ,karena kebetulan arbela masih punya kenang kenangan baju sang ayah yang dia simpan sebagei kenang kenangan yang kebetulan juga pas dengan ukuran tubuh kakek yang udah terlihat kerempeng tapi masih terlihat berwibawa
" kek ini baju ganti buat kakek memang tidak bagus tapi bisa dipakai dulu ,biar baju kakek arbel cuci dulu besok kekek pakai lagi
" iya nak kakek berterima kasih kamu udah memperhatikan kakek
" ngak papa kek arbel ikhlas anggap saja cucu kakek yang melakukan semua ini, ayo kakek mandi dulu
Kakek mengelus rambut arbela yg di kuncir ala kadarnya itu, dangan melangkah masuk kamar mandi yang begitu sederhana tapi nyaman
" arbela !
Ternyata sang nenek juga udah berada di belakangnya
" iya nek
" kamu udah melebihi nasinya nak ?
" nenek Ndak usah khawatir semua udah arbel siapkan di meja itu lengkap lauk yang tadi arbel bawa
Arbel pun melanjutkan mencuci baju karena hanya mengandalkan tangan saja tapi arbel tak pernah mengeluh
Kakek pun udah keluar dan udah berganti baju sesuai permintaan arbela
" Kakek udah selesai ? bajunya muatkan untuk kakek
" iya arbela,
" kalo gitu ayo arbela antar ke depan hati hati kek agak licin lantai nya kenak sabun
Arbela menuntun kakek itu pelan dangan hati hati dan mengantarnya di ruang tengah,
Sementara sang nenek bergantian untuk mandi
" nek bentar air hangatnya arbel ambilkan dulu nenek tunggu di situ !
Nenek yang mendengar arbel pun duduk di kursi sebelah kamar mandi yang biasa di pakai naruh baju kotor sebelum di cuci arbel
Arbela pun langsung menaruh air hangat itu dalam bak yang digunakan mandi tiap hari dan mengambilkan air dari sumur yang masih secara manual cara mengambilnya dengan di tarik pakai kerean besi berbentuk lingkaran beserta seutas tali dari karet
" udah nek ,sekarang nenek mandi pelan pelan licin
Arbel pun menuntun tangan neneknya pelan pelan bahkan tiap hari juga seperti itu arbel memperlakukan sang nenek dengan kesabaran dan perhatiannya
Setelah itu arbela pun kembali mencuci semua baju yang ada disitu yang tinggal sedikit
" melihat neneknya udah keluar dari kamar mandi arbela pun menghentikan membilas baju baju itu menuntun sang nenek ke ruang depan bersama sang kakek yang udah dulu mandi
" sekarang kakek dan nenek di sini dulu nonton tv biar arbela mandi dulu
Kedua orang tua yang sama sama lanjut usianya itu ditinggal mandi oleh arbel
Setelah selesai mandi dan berganti baju arbela mempersiapkan makan malam di meja makan sederhana
" Kakek dan nenek ayo kita makan bersama udah arbel siapkan ayok
Arbela menuntun kedua orang tua renta itu bergantian dan merekapun makan bersama sama sampei selesei
Kakek dan nenek pun lalu di antar arbela ke tempat duduk nya semula sambil menonton tv
Dengan perhatian seperti itu nenek dan kakek yang baru di kenal siang tadi pun merasa aman
Sebelum arbela menyiapkan bahan bahan buat kue untuk besok pagi arbela melihat keadaan orang tua yang tadi nonton tv
" Kakek kalau udah ngantuk ayo arbela antar tidur di kamar arbel
" kau terus tidur di mana ,?
" Kakek ngak usah khawatir arbel bisa tidur di mana saja banyak tempat di sini
Arbel pun menuntun sang kakek untuk tidur di kamarnya yang ada kasurnya
" nenek ayo arbela antar tidur di kamar ini udah malam nek
" arbel as pa kakek tadi tidur di kamar mu ?
" iya nek, kasihan kalo harus tidur di luar
" ya udah nanti kamu tidur sama nenek aja
" nenek Ndak usah khawatir arbel bisa tidur di mana saja
Tapi jangan malam malam kalo udah selesai buat adonan kuenya kamu tidur ya
" iya nek
Arbel pun meninggalkan sang nenek untuk tidur setelah itu dia bergegas melanjutkan membuat adonan kue yang mau di jajakan besok pagi
judul novel // wana kehidupan rumah tangga //
by Reni istiyar