Malam itu, keputusan yang tertunda akhirnya jatuh.
Sungchan baru saja selesai mengganti pakaian latihan ketika ponselnya bergetar. Nama Min-seok muncul di layar. Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat sebelum ia mengangkat panggilan.
“Bersiap,” suara manajernya terdengar singkat dan tegas. “Aku sudah pesan ruang VIP.”
Sungchan terdiam sesaat.
“Hyung…?”
“The Abyss,” lanjut Min-seok. “Aku ikut. Dua staf juga ikut. Ini bukan izin tanpa syarat, Sungchan-ah. Ini pengawasan.”
Nada suaranya mengeras.
“Dengar baik-baik. Kau datang sebagai member RIIZE, bukan sebagai Jung Sungchan yang punya urusan pribadi. Tidak ada tindakan mencurigakan. Tidak ada percakapan berlebihan. Tidak ada kesalahan.”
Sungchan menelan ludah.
“Ya, Hyung.”
“Dan satu hal lagi,” Min-seok menambahkan sebelum menutup