Pagi tiba lebih cepat, Regina yang baru saja terbangun dari tidurnya pun langsung memutuskan untuk bergegas ke dapur. Ia melihat sang ibu telah berkutat di sana membuat Regina tersenyum senang dan memeluknya dari belakang.
“Ibu, kenapa enggak istirahat? Biar Egi aja yang ngerjain,” celetuk Regina mengejutkan wanita paruh baya tersebut yang tengah memotong daun bawang untuk dijadikan sebagai pelengkap telur kesukaan Rafif.
“Udah. Ibu enggak apa-apa kok. Lagian Ibu pengen ngasih Rafif sarapan,” balas Moneta menggeleng dengan senyuman lembut nan hangat. “Oh ya, katanya, Rafif pulang hari ini? Ibu lihat mobilnya enggak ada di depan.”
Spontan pelukan Regina pun terlepas. Wanita itu tampak mengernyitkan keningnya bingung menyadari sang adik belum kembali. Padahal seharusnya Rafif telah sampai