Selesai makan malam seperti yang dilakukan sendirian, Rafif terlihat memainkan ponsel sembari duduk di sofa tepat menghadap sebuah televisi besar. Lelaki itu sudah duduk selama satu jam penuh tanpa melakukan kegiatan apa pun sampai tiba-tiba pikirannya mengarah pada seseorang yang selama ini menjadi pusat perhatian.
Tanpa pikir panjang Rafif segera bangkit melangkah keluar apartemen sembari mengambil jaket hitamnya yang berada gantungan sudut ruangan, lalu melenggang santai menenteng sebuah plastik kresek besar pemberian dari Regina.
Sebenarnya memang sudah sangat lama wanita itu menyuruh untuk adiknya datang menjenguk sang ibu. Mengingat terakhir kali Rafif datang sebelum lelaki itu mendapatkan pelantikan. Sehingga Regina kian menyuruh agar adiknya segera menjenguk sebelum terlambat dan