Langkah kaki Rafif mulai melambat dengan matanya mulai mengawasi setiap sudut lorong gelap nan penuh rahasia. Lelaki itu terlihat melangkah tanpa ragu, meskipun jauh dari dalam lubuk hatinya merasa sangat cemas akibat sedari tadi belum menunjukkan tentang keberadaan tiga anggota Guardian.
Sampai langkah Rafif berhenti tepat di depan sebuah pintu berkayu yang dikunci dari luar membuat lelaki itu mengetuknya pelan. Ia tidak akan memanggil siapa pun yang menjadi tujuannya.
Tentu saja Rafif hendak melakukan sesuatu hal pada tiga anggota Guardian tanpa merasa cemas sama sekali. Lelaki itu benar-benar ingin membuat penyesalan sebelum tubuhnya akan menjadi korban LUCA selanjutnya.
Sejenak Rafif mengetuk pintu tersebut beberapa kali, lalu menyembunyikan diri di balik sekat yang untung saja tida