“Grubby, Rafif, kalian berdua kok bisa bersama?”
Sebuah pertanyaan meluncur begitu saja dari mulut Ell yang tanpa sengaja mendapati keduanya hendak masuk ke kantor. Tentu saja pandangan lelaki itu jatuh pada kotak makan yang berada di tangan Grubby.
“Kita tidak sengaja bertemu saat perjalanan kemari,” jawab Rafif mewakili dan diangguki oleh Grubby memperkuat perkataan.
“Apa makanan itu bayaran kamu mempereparasi monitor tadi?” tanya Ell terlihat menginginkan makan yang ada di tangan Grubby.
Sejenak lelaki itu mengangguk, lalu menjawab, “Iya benar. Tuan Ell belum makan siang, bukan? Kalau begitu, ambil saja karena kebetulan aku sudah membawa bekal makanan.”
“Benarkah?”
“Tentu saja!”
Dengan semangat Ell mengambil kotak makanan tersebut dan membukanya. Lelaki itu benar-benar terlihat b