Sejenak Rafif mengajak Vesenia yang repot-repot datang itu pun dengan mendudukkan diri di salah satu meja tempat istirahat sekaligus kafe outdoor milik pabrik kelolaan wanita di hadapannya.
Sebenarnya Vesenia dalam hal berkaitan dengan dekorasi selalu memperhatikan setiap detail yang ada. Bahkan wanita itu tidak sedikit memberikan sentuhan dengan tangannya sendiri untuk memastikan bahwa semua dekorasi sudah sesuai.
“Pimpinan Ovt, ada apa datang ke sini mencariku?” tanya Rafif menatap serius ke arah seorang wanita yang pagi tadi benar-benar mabuk parah, tetapi siangnya sudah datang seakan tidak terjadi apa pun.
“Aku ingin memberikan makan siang untukmu,” jawab Vesenia jujur sembari memberikan kresek tersebut ke arah Rafif.
Sejenak lelaki itu mengernyit bingung, sebab ia sama sekali tida