Semilir angin malam menyapu lembut dengan belaian indah memanjakan kulit. Seperti halnya yang dirasakan oleh Zyrach. Gadis berpakaian kaus dengan celana kulot panjang berwarna hitam itu tampak menggenggam sebuah kaleng soda di tangannya. Ia menatap hamparan langit gelap tanpa bintang di atasnya dengan raut wajah kecewa.
Hal tersebut nyatanya ditangkap oleh Rafif yang baru saja menyelesaikan makan malam bersama Vesenia. Wanita yang menjabat sebagai pemimpin itu sudah kembali seperti sedia kala. Menggambarkan Vesenia yang sudah kembali tenang.
Membuat lelaki tampan berpakaian kaus polos hitam dengan celana panjang berwarna senada itu pun mendudukkan diri dengan meluruskan keduanya kaki panjangnya. Mengejutkan Zyrach yang sejak tadi sibuk melamun.
“Astaga, Rafif, gue pikir tadi siapa!” kel