Setelah melakukan penyelidikan selama satu bulan, Rafif pun langsung mendapat perawatan cukup intensif akibat tubuhnya terlalu memaksakan diri bekerja terlalu lelah tanpa mendapatkan cairan apa pun. Hal tersebut membuat Aleena yang menjadi professor khusu Rafif merasa tidak percaya.
“Raf, bagaimana lo bisa bertahan dengan kondisi seperti ini? Lihat! Ada beberapa chip yang terpadang tampak geser, termasuk titik kehidupan lo mulai menekan sistem syaraf otak. Kita harus segera melakukan operasi kecil untuk mengambil chip itu dan menempatkannya seperti semula,” celoteh Aleena dengan tatapan penuh khawatir sembari melihat tubuh Rafif yang penuh akan lebam.
“Santai aja, Prof. Gue baik-baik aja. Bahkan jauh lebih sehat daripada sebelumnya,” balas Rafif tersenyum lebar. Ia benar-benar tidak meny