Keesokkan paginya, Rafif berdiam diri di halte sembari menunggu kedatangan bus kota yang menjadi angkutan umum. Lelaki yang mengenakan jaket kulit dipadukan kaus hitam polos itu pun tampak menatap lurus ke depan.
Sampai sebuah bus berwarna biru berhenti tepat di hadapan Rafif membuat beberapa orang di sampingnya langsung berbaris rapi untuk masuk ke dalam bus. Hal tersebut membuat Rafif mengembuskan napasnya panjang, lalu bangkit dari tempat duduknya.
Rafif membuka ponselnya yang terasa bergetar di dalam saku. Ternyata pesan dari Ell yang menyuruh dirinya untuk segera datang, karena Theo baru saja sampai bersama Vesenia dan langsung mencari karyawan kesayangan yang masih dalam perjalanan.
“Halo, Ell! Aku masih dalam perjalanan menuju pabrik. Apakah Pimpinan Vald masih ada di sana?” tany