Semua warga yang tertidur tidak normal dibawa ke balai pengobatan. Mereka semua diletakkan di atas ranjang. Ranjang-ranjang tersebut diletakkan secara berbaris dengan rapi. Para murid dipinta untuk berjaga di sana. Begitu juga dengan sebagian guru. Sebagian nya menjaga di sekte Bunga Salju.
Song Lianyu bertanya lagi pada warga yang lain.
"Kak, apa ada yang berbeda dari adiknya kakak beberapa hari ini sebelum dia tertidur dengan pulas?" tanya Song Lianyu pada seorang gadis yang berumur dua puluh empat tahun itu.
"Selama beberapa hari tidak ada yang berbeda," jawabnya, namun tiba-tiba dia teringat dengan tingkah yang sedikit tak wajar dari adiknya itu.
"Setelah adikku membeli pemerah pipi dan memakainya. Dia jadi lebih sering berdandan dan memuji dirinya sendiri di depan kaca. Aku ya