Song Lianyu sedang membuat pil di dalam kamar asramanya. Dia sedang membaca cara pembuatan pil untuk meningkatkan tingkat kultivasi. Setelah itu dia memasukkan bahan-bahan yang dibutuhkan di dalam kuali tungku. Dia mengaduk kuali sebentar, lalu berkonsentrasi menyalurkan kekuatan energi spiritualnya ke dalamnya.
"Semoga saja pil nya berhasil," harap Song Lianyu.
Tiba-tiba dari dalam tungku meledak. Bunyinya sampai terdengar keluar kamar asrama. Song Lianyu tidak sempat mengelak terkena efek ledekan tersebut. Wajahnya kotor dan hitam. Rambutnya jadi berantakan. Mirip seorang pengemis yang ada di jalanan.
Bahan-bahan untuk membuat pil berantakan dan ikut terlempar ke luar, membuat dinding kamarnya juga ikut kotor dan lantai juga kotor.
Winter yang duduk di dekatnya juga ikut terkena.