Kali ini mereka berkumpul di dalam kamar asrama Pangeran Yun Yi yang sangat luas. Pastinya berbeda dengan kamar murid dari kalangan biasa. Perabotan berkelas mengisi semua sisi ruangan.
"Sepuluh lembar daun tiga warna sudah ada. Winter apa kau siap?" tanya Han Shiyi menatap gadis berwarna kuning putih itu yang berdiri di dekatnya.
Winter mengangguk kemudian menjawab. "Iya, aku siap." Winter mengambil pisau kecil yang telah disiapkan, dia menggores sedikit jari telunjuk tangan kirinya, cairan merah langsung menetes di atas wadah yang sudah disiapkan sebelumnya. Winter terlihat sedang menahan sakit.
"Sudah, itu sudah cukup," ucap Song Lianyu. Dia bisa melihat wajah Winter yang sedikit pucat karena kehilangan darahnya. Winter juga tampak menahan rasa sakit.
"Winter, aku balut lukamu