Song Lianyu langsung menoleh ke arah kanan. Winter menatapnya balik dengan tatapan polosnya seperti seekor kucing.
"Kenapa menatapku begitu?" tanya Winter dengan pandangan bertanya.
"Kami membutuhkan darahmu Winter untuk membuat penawar," ujar Han Shiyi.
"Lima tetes? Oh, baiklah, tidak masalah," jawab Winter. Seolah-olah itu tidak masalah.
"Kau yakin Winter?" tanya Song Lianyu lagi. Soalnya kucing putihnya itu baru saja sembuh dari sakit. Takutnya Winter akan sakit lagi karena diambil darahnya.
Winter mengangguk. "Iya, aku juga, tak apa Lianyu, jangan khawatir. Aku tidak bakal kenapa-kenapa. Lagipula ini demi kebaikan bersama," ujarnya dengan senyuman di wajahnya yang putih.
"Baiklah, jika begitu," jawab Song Lianyu pada akhirnya. Hal ini mau tak mau harus dilakukan, dia berhar