Tiga bulan yang lalu, tepatnya saat acara pemilihan murid yang paling terbaik di antara banyak sekte.
Acara pertandingan hari ini telah selesai dan akan dilanjutkan esok hari. Song Lianyu beranjak dari posisi duduknya dan berjalan. Ketika dia menatap ke sekelilingnya, dia melihat ada seorang gadis yang tampak familiar.
"Duanmu Cui!" panggil Song Lianyu dengan kencang. Sang pemilik nama pun menoleh dan menatap sumber suara yang memanggilnya itu.
Sepertinya aku mengenal suara ini, batin Duanmu Cui yang mencari asalnya.
Ada beberapa orang sampai menoleh ke arah Song Lianyu.
"Lianyu?" ujar Duanmu Cui saat menghampiri Song Lianyu.
Song Lianyu mengangguk. "Iya, ini aku Duanmu Cui."
Kedua gadis berpelukan dengan erat, lalu tak lama kemudian mengurainya. Mereka berjalan sambil berbic