Saat itu Hayato sudah berjalan lebih satu minggu dengan tubuh lusuh
dan lemah, ia tak tahu harus pergi kemana. Sang guru telah
meninggalkannya, ia pun tak lagi di Yondama. Hayato saat itu menyusuri
hutan dengan badan lelah.
Perutnya kosong, tubuhnya lelah dan letih, luka akibat pukulan militer
kekaisaran masih membekas di wajahnya. Ia rasanya tak kuat lagi. Saat
matanya ikut berat untuk membuka, rasanya pedih sekali. Ia tak tidur
selama seminggu ini.
Lalu ia terpeleset, kemudian terperosok dari atas bukit. Kakinya
membentur batang pohon, menimbulkan luka yang cukup sakit, mungkin
tulangnya patah. Pandangannya juga semakin berkurang, matanya meredup
dan semakin meredup. Lalu ia terasa seperti melihat kunang-kunang
terbang mengitari wajahnya.
Hayato ingat kunang-kunang itu enam