"Mmm.." suara ngigauwan Raiyen yang terkena sinar nya matahari.
"Siapa di sana, bisa kah tutup tirai nya?" ujar Raiyen yang masih memejam kan mata nya.
Cups! suara ciuman yang mendarat di hening Raiyen.
"Kau akan terus tertidur padahal sudah siang seperti ini?" ucap sesosok wanita yang terlihat samar samar di mata Raiyen.
"Kau siapa? kenapa berani mencium ku! kau pikir aku akan tergoda?" ujar dingin Raiyen.
"Tentu saja karna aku Lilia, buka lah mata mu dan lihat lah dnegan jelas diri ku!" ujar sesosok wanita itu yang mirip seperti Lilia.
Raiyen pun serontak membuka mata nya selebar lebar, karena rasa rindu nya pada sesosok wanita yang kini berada di depan nya ia pun dengan cepat menidur kan Lilia namun betapa terkejut nya saat ia melihat wanita itu tiba tiba hilang di kasur nya, pada