pluk! "Ku kembali kan pada mu paman!" ujar Caca sehabis melempar tombol untuk mengaktif kan bom itu, ke seseorang yang sedang terduduk manis sembari menikmati Wine yang berada di tangan nya itu.
Keesok kan hari nya di tempat pemakaman khusus keluarga Qin yang di ikuti hujan rintik rintik, sedikit demi sedikit membasahi baju Raiyen yang sedari tadi terus berdiri di depan pemakaman orang tua nya.
Grtt.. "Tak bisa! aku tak akan membiar kan ini! siapa pun orang itu kan ku sayat sedikit demi sedikit daging yang berada dalam tubuh nya! ayah.. ibu.. andai Raiyen mengetahui ini dari awal, semua ini tak akan terjadi." gumaman marah Raiyen sembari meremas kencang tangan nya dan menatap makan ke dua orang tua nya itu.
Puk! puk! "Jangan terlarut dalam kesedihan ini Raiyen, ku tau ini sangat menyak