"Kenapa aku berteriak! dasar bodoh! aku hanya cemburu Lilia! aku tak bisa mengontrol emosi ku jika menyangkut tentang mu!" ujar Raiyen sembari memegang kepala nya.
beberapa jam kemudian.
Raiyen "Seperti nya dia sangat marah sampai tak mau mengajak ku berbicara.. tak bisa seperti ini!" fikiran Raiyen yang kini berdiri di bawah tangga sembari melihat Lilia yang sedang asik menonton Drakor.
tap.. tap.. tap.. bruk! suara langkah kaki Raiyen kini berlutut di depan Lilia sembari membawa panci di tangan nya.
Lilia "Eh! ka.. kau sedang apa? bikin kaget saja." ujar terkejut nya.
"Maaf.. aku tak bisa terus menerus seperti ini, aku tak bisa menjauh dari mu, maaf kan aku, aku menyesali apa yang telah ku lakukan seharus nya aku percaya bahwa kau tak mungkin berpaling dari ku, namun apa daya ku Lil