Tak butuh waktu lama taksi yang ditumpangi Ardian sampai di depan rumah orang tua Ardian. Setelah kemarin ikut menjemput sang Papa dari rumah sakit. Ardian memang belum melihat kedua orang tuanya lagi.
"Kita sudah sampai, Pak," kata supir taksi pada Ardian yang sedang asyik memijit pelipisnya yang terasa nyut-nyutan. Mendengar ucapan si supir Ardian pun langsung membuka matanya yang sedari tadi ia pejamkan. Ardian pun mengedarkan pandangannya keluar mobil dan mendapati rumah sang Papa yang masih berdiri kokoh sejak ia lahir ke dunia itu.
"Oh, iya. Benar," kata Ardian lalu ia pun segera membuka pintu kendaraan umum itu. Agar ia bisa keluar dengan leluasa. Tak lupa sebelum pergi Ardian memberikan selembar uang pecahan lima puluh ribu dan selembar uang pecahan dua puluh ribu pada si supir.