"Tuh, kan nggak dikunci. Tuh cewek memang pelupa deh," kata Ardian sambil tersenyum geli. Ia pun membuka pintu itu pelan-pelan lalu masuk ke dalam rumahnya. Sampai di dalam Ardian pun masih belum mengeluarkan suara. Bahkan langkah kakinya pun dibuat sepelan mungkin. Awalnya ia berniat langsung naik ke lantai atas. Namun, melihat ruang makan masih menyala. Akhirnya, Ardian pun mengurungkan niatnya. Ia pun memutar tubuhnya lalu melangkah ke arah ruangan yang terlihat lebih terang dibandingkan ruangan yang lain itu. Perlahan Ardian pun mendekat. Dan ketika langkahnya sampai di ambang pintu seketika mata Ardian pun membulat sempurna.
"Clarissa!!" panggilnya setengah berteriak.
Clarissa yang sedang memadu kasih dengan seorang laki-laki tak dikenal pun langsung kaget dan menghentikan aktivitas