Episode 1 "Syurga di Pondok Pesantren" pengumuman kelulusan
Pasca ujian akhir nasional Sekolah Menengah Pertama setiap orang akan mengajak kedua orang tua dan keluarga jalan jalan. Merefresh otak yang jenuh tentunya. Ada yang jalan-jalan ke Jawa, Ke kota terdekat . Bahkan tak jarang yang pergi ke kebun untuk membantu kedua orang tuanya. Merencanakan kemana akan melanjutkan sekolah atau sekedar berdiskusi ringan. Iya.... Begitulah seharusnya keluarga memecahkan masalah.
*.. Berbeda halnya dengan Ucha yang tak punya rencana apapun pasca lulus sekolah. Jangankan berencana berangan pun ia tak berani karena kondisi ekonomi yang tak memungkinkan. Jangan kan untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya bisa makan dalam sehari pun sudah sangat bersyukur.
....* Hari yang cerah dengan suasana langit yang indah. Aku bermain bersama kak syafa dia adalah kakak kandung ku yang pertama. Entah mengapa hari ini aku tidak bersemangat ke Sekolah. Tiba-tiba dering telpon hp Nokia 103 milik kak syafa berbunyi yang ternyata itu dari teman satu kelasku yang mengabarkan bahwa hari ini masuk sekolah.
... "saat ini aku memang tidak memiliki ponsel pribadi karena orang tuaku belum bisa memberikan nya untuk ku. Namun aku tak pernah memaksa orang tuaku, karena aku bisa pinjam Hp kak syafa jika q memerlukan nya.
Ditengah asyiknya kami bermain tiba-tiba ibu memanggil ku dari dalam rumah
"Ucha... Iya bu sahut ku,
kapan pengumuman kelulusan mu kenapa akhir akhir ini jarang ke Sekolah.
..." entah lah bu, pengumuman kelulusan tu lusa dan wali nya harus yang ambil.
Dua hari berlalu tanpa terasa pengumuman kelulusan pun tiba wali murid diundang ke sekolah untuk mengambil pengumuman tersebut. Sebelum kertas kelulusan itu di bagikan kepala Sekolah memberikan ucapan selamat kepada siswa Kls IX. A maupun B karena semua lulus dengan baik. Semua siswa bahagia begitupun dengan ku.
Hari ini begitu menyenangkan Bagiku dan teman satu angkatan ku karena telah dinyatakan lulus dari SMP. Kami berkumpul sambil bertukar contac person agar tetap bisa saling silaturahmi.
Prov maya
... "Aku adalah teman Ucha, iya teman satu geng tepatnya. Pasca lulus dari SMP aku berencana untuk melanjutkan sekolah ke kota. Tapi anehnya dengan Ucha dia tidak memiliki rencana kemanapun untuk sekolah padahal dia adalah siswa yang berprestasi dan pintar di Sekolah.
Meski demikian kami tetaplah berteman akrab dan saling tegur sapa jika tak sengaja bertemu di Jalan.
"cha ikut aku yokk sekolah... Nggk lah ngapain. Aku kan belum punya rencana akan kemana setelah aku lulus. Apa lagi kalau aku ikut kamu sekolah pasti ngekos kan dan orang tuaku pasti melarang aku buat ngekost.
....
Aku tak tahu sama sekali apa yang ada difikiran Ucha sahabat ku itu pasalnya dia tidak ada rencana untuk melanjutkan sekolah. Namun, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk nya.