“Baiklah semua, kosongkan meja kalian tanpa ada apapun di atasnya, jika ketahuan ada hal aneh, bahkan debu sekalipun, Ibu akan mengurangi skor kalian sebesar 90%. Mengerti?” Semua yang berada di kelas dengan cepat menganggukkan kepalanya.
Guru yang sedang berada di kelas itu mengambil sebuah remote kontrol dari dalam tas kecilnya, lalu ia menekan salah satu tombol yang terdapat di remote itu. Banyak alat melayang yang masuk saat itu juga, lalu berpencar dan mendarat tepat di meja masing-masing siswa.
“Jadi ini perangkat yang akan kalian gunakan pada ujian saya kali ini, apa ada pertanyaan?”
“Tidak Miss!” ucap siswa di kelas starzy dengan serentak.
“Baiklah, tanpa basa-basi lagi, ujian dimulai dari...” Eza menjeda perkataannya, ia melihat jam dan menunggu jarum panjang tepat ke angka 12, “Sekarang!” sambungnya setelah jam tepat menunjukkan pukul enam pagi.
Starzy emang dibiasakan untuk lebih sempurna dari siapapun, ketika murid lain ditekankan untuk hidup disiplin, maka para Starzy ditekankan untuk hidup lebih sempurna dari kata disiplin. Dan disinilah mereka sekarang, memulai ujian pertamanya pada jam enam pagi, dan harus hadir di kelas paling lambat jam setengah enam untuk mengisi presensi kelas.
“Kerjakan dengan sebaik dan semaksimal mungkin, selama pengerjaan berlangsung tidak ada pertanyaan, jika melanggar peraturan yang telah saya tentukan, bersiaplah kalian menerima hukuman dari saya.” Setelah Eza menyelesaikan perkatannya, ia pergi ke luar ruangan meninggalkan para Starzy ujian tanpa pengawasa.
Walaupun sekarang Stazry ditinggalkan, mereka tetap kondusif dan fokus mengerjakan ujiannya dengan sungguh-sungguh. Pastinya dengan pikiran dan emosional yang beragam, ada yang merasa mudah karena ia menguasai bidangnya, ada yang merasa kesusahan karena ia belum sampai ke materi yang diujiankan.
Mereka mengusap layar sebuah tab yang diberikan oleh beberapa robot kecil yang masuk tadi, robot itu tetap berada di atas meja, mungkin robot itu merupakan daya untuk dapat menghidupkan tab yang sekarang sedang mereka pakai untuk ujian.
***
Setelah beberapa menit berlalu, Xander masih memainkan pen tab dengan memutar-mutarkannya dengan jari-jari tangannya.
‘Ah.. aku tidak yakin soal ujian kali ini akan mudah, aku sangat tidak paham mengenai sosiologi,’ batin Xander.
Tidak berapa lama, ia segera memutuskan untuk memulai ujian dengan menekan tombol mulai pada layar tab tersebut.
Ketentuan Ujian.
1. Terdiri dari 1000 soal pilihan ganda.
2. Waktu ujian 60 menit.
3. Jika jawaban benar akan diberi poin +1, jawaban salah diberi poin -2, dan tidak dijawab akan diberi poin -1.
4. Selamat mengerjakan.
Sesuai dugaan Xander, soal ujian di sekolah ini sangat tidak masuk akal dikerjakan oleh orang pemalas seperti dirinya. Ia dengan cepat menggeser ketentuan soal tersebut lalu muncullah soal pertama.
Xander menggeser lagi layar tab menggunakan pen ke kiri, ia membaca sekilas soal nomor dua. Ia menggeser lagi soal nomor dua tersebut, terus-terusan sampai ia sekarang sudah melewati 207 soal, tetap saja ia tidak menemukan soal yang menurutnya dapat dijawab olehnya.
‘Gila! Ujian macam ini?’ Xander menggerutu kecil.
‘Baiklah Xander, kau pasti bisa mengerjakannya, ayo kita coba memahami soalnya.’
254. Manusia selalu berinteraksi sosial setiap harinya. Cenderung mereka juga saling membentuk kelompok yang sefrekuensi untuk memuaskan hasrat interaksi sosial mereka. Hal inilah yang membuat berbagai perbandingan antar kelompok sosial terjadi, dan itu menyebabkan konflik yang berkepanjangan. Apa tindakan yang seharusnya diambil untuk kembali membuat konflik sosial ini mereda...
A. Membuat keributan semakin besar sehingga dapat ditemukannya kelompok sosial yang sangat kuat dan berkuasa.
B. Mendamaikan keadaan dengan cara menghapus ingatan mereka.
C. Menjalankan sistem kelompok sosial secara utuh dan membagi daerah kekusaan mereka.
D. Membunuh mereka yang memancing konflik terjadi sehingga akan mencapai titik kedamaian yang sesungguhnya.
‘Soal apa ini? Bagaimana mungkin ada jawaban yang dapat dipastikan benar? Padahal semua opsi yang ada ini lebih condong ke opini sematas.’
Xander memijat pelipisnya, apa nilai sosiologinya nanti akan jadi -1000? Karena ia tidak dapat menjawab sama sekali satupun soal yang tidak masuk akaln ini.
‘Baiklah, setelah dipikir-pikir kunci utama pada soal ini adalah kata mereda, bukan menghentikan, mungkin semua jawaban ini benar. Tapi, pasti ada yang lebih tepat dan sesuai dengan pertanyaan soal, dan mungkin itu...’
‘C bukan? Hanya itu yang dapat meredakan menurutkku. Kalau opsi A dipilih, sudah jelas itu salah karena makin memperparah konflik yang ada. Kalau opsi B dipilih, itu lebih tepat disebut dengan menghentikan paksa konflik dengan cara melanggar hak asasi manusia. Sedangkan opsi D, itu menghentikan konflik sosial dan sangat ampuh, tetapi ia bukan meredakan konflik, karena opsi D akan memperparah konflik sosial yang terjadi,’
Xander akhirnya menganggukan kepalanya, ia mulai paham dengan berbagai soal yang ada di ujian ini. Miss Eza sangat pandai dalam membuat soal, ini lebih seperti logika permainan dan pengetesan hati nurani secara langsung. Kenapa demikian? Karena Xander melihat banyak soal dengan opsi yang memiliki beberapa poin. Yaitu poin jawaban kekejaman, poin jawaban bijaksana, poin jawaban kebodohan, dan poin jawaban sempurna. Itulah ke empat tipe opsi jawaban yang Xander simpulkan, sehingga Xander dapa dengan jelas mengetahui tujuan utama Miss Eza membuat soal seperti ini.
Jika nilai semakin tinggi, berarti semakin netral dan cerdas orang tersebut dalam mengambil keputusan. Dan jika nilainya semakin rendah, maka orang tersebut tidak memiliki nurani pada hatinya.
Secara garis besar, poin kekejaman memiliki arti tidak mempunyai hati nurani. poin bijaksana memiliki arti sosok cerdas, tetapi cenderung egois. Poin kebodohan memiliki arti sosok yang bodoh dalam mengambil tindakan dan tidak memikirkan pengaruh jangka panjang, dan poin kesempurnaan memiliki arti sosok yang cerdas dan beribawa.
Itulah pendapat Xander mengenai ujian mereka kali ini. Ia akhirnya paham dan mulai dengan serius untuk mengerjakan soal yang sangat banyak tersebut.
‘Sangat menarik, dari nilai ujian nanti, aku dapat menilai bagaimana sosok teman sekelasku yang sekarang pastinya mereka semua sedang mengenakan topeng andalannya. Tidak ada yang dapat dipercaya satupun,’ batin Xander.
***
“Baiklah anak-anak waktu ujian telah habis.” Eza tiba-tiba saja muncul dari pintu dan saat itu juga layar tab mereka semua yang berada di kelas itu mati seketika, banyak decakan kesal dan erangan pasrah dari wajah mereka.
“Sudah-sudah, yang penting kalian sudah berusaha, jika skor kalian rendah, perbaiki untuk ujian berikutnya. Okay?”
“Baik Miss,” jawab mereka serempak.
“Ini hasil skor ujian sosiologi kalian.” Eza menampilkan nilai mereka bersembilan di depan papan tulis, disana terpampang nama mereka dengan jelas, dan banyak yang menganga tidak percaya dengan hasilnya. Karena semuanya sangat di luar dugaan mereka.
Skor Ujian Sosiologi Starzy Bintang Tunggal Periode Pertama
1. Xander Beliard Maxten (1000)
2. ****** ******
3. ****** ******
4. ****** ******
5. ****** ******
6. ****** ******
7. ****** ******
8. ****** ******
9. ****** ****** (-1692)