Xander membuka matanya dengan cepat, ia kembali tersadar dan melihat ke seliling. Ia berada di tempat tidurnya dengan posisi terlentang. Xander bangkit dari tidurnya, ia mempertanyakan apa yang barusan saja terjadi padanya. Ia seperti tidak dapat keluar dari kamarnya dan pandangannya akan menggelap ketika ia mencoba untuk keluar. Bahkan tidak terdapat seorangpun di rumahnya.
“Gue kenapa..” lirih Xander mulai frustasi dengan apa yang terjadi kepadanya.
Ia mencoba berpikir apa yang sedang terjadi padanya sekarang, seperti ia sebenarnya bukan berada di dunia nyata. Bahkan ia tidak mendengar suara burung-burung di luar yang biasanya dan seharusnya setiap saat bercicit riang mengitari rumahnya. Xander turun dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya ke arah balkon kamarnya, ia membuk