“Papa sama Mama udah pulang?” Rei basa basi ketika melihat kedua orang tuanya baru saja masuk rumah. Ia sengaja menunggu di ruang utama selama 6 jam demi mengetahui apa yang terjadi kepadanya, bahkan ia masih tidak ingat tentang ingatan terakhirnya semenjak ia terbangun 3 hari yang lalu.
“Rei? Kamu sudah sadar?” tanya Liana Mama Rei dan menghampiri anaknya, pastinya dengan raut wajah yang khawatir.
“Kenapa Bibi nggak ada kasih tau Mama ya,” lirih Liana seraya menoleh ke samping dan berpikir.
“Rei nggak mau Mama sama Papa jadi kepikiran dan terburu-buru, makanya Rei kasih pesan ke Bibi untuk tidak kasih tau ke Papa dan Mama,” jawab Rei dan tersenyum manis ke Mamanya itu. Ia merasakan seperti sudah lama tidak bertemu kedua orang tuanya itu, perasaan yang aneh pikir Rei.
“Tapi Mama sama