Akhirnya suasana menegangkan di dalam ruang presentasi itu berakhir, Rinka menghela napas lega merasa bangga pada dirinya karena telah melewati sidang pertama skripsinya dengan lancar.
Kesedihan mendadak menghampirinya ketika tidak ada satupun keluarga, bahkan teman mahasiswanya yang datang merayakan keberhasilannya. Rinka mengulum senyum, berusaha tegar ketika melihat mahasiswa lain yang juga melakukan seminar proposal atau Sempro di hari yang sama dengannya disambut heboh oleh teman-temannya.
Ender bilang ia menyesal tidak bisa datang karena harus pergi bekerja, sementara teman-teman Rinka mulai menjauhinya sejak gosip antara dirinya dan Edward menyebar hingga menimbulkan berbagai rumor buruk tentangnya.
“Perayaan itu tidak penting, yang penting seminar proposalku berjalan lancar.” Ri