Tok, tok, tok.
Tidur Rinka terusik akibat suara ketukan di pintu apartemennya. Ia membuka sedikit celah matanya melihat jam yang masih menunjukkan pukul 7 pagi. Sekarang hari sabtu, kuliahnya libur dan Rinka sengaja bermalas-malasan dengan bangun siang, mengirit tenaganya untuk digunakan bekerja nanti sore sampai malam.
“Eghh… siapa sih yang datang pagi-pagi,” erangnya setengah menggerutu.
Suara ketukan tidak lagi terdengar, Rinka merasa lega lalu mencari posisi yang nyaman untuk kembali tidur. Namun dering ponsel lagi-lagi membangunkannya dan merasa muak dengan siapapun yang mencoba mengusik waktu istirahatnya pagi ini.
“Haish!” Rinka bangun terduduk di atas ranjang sambil mendengus kesal.
Kedua alisnya bertaut setelah tangannya mengambil ponsel di nakas dan melihat nomor asing di la