Fen meringis saat perban yang melingkar di lehernya dilepas. Terlihat luka dari goresan Ying Hua masih tampak basah. Tabib istana dengan telaten membersihkan dan membalurinya dengan obat yang baru. Setelah selesai, tabib istana kembali membebatnya.
“Pergilah!” ucap Fen tenang. Ia sedikit mengibaskan lengannya saat tabib istana telah selesai mengobatinya.
Tabib istana mengangguk, kemudian ia merapikan berkakas yang di bawanya. Setelah itu berdiri dan pamit undur diri.
Daiyu mengantarkan tabib pergi sampai kedepan pintu, setelahnya pelayan setia permaisuri kedua Kerajaan Anming itu berjalan mendekat ke tuannya. Mengangsurkan segelas air.
Fen menerimanya, menyesap isi gelas emas itu dengan pelan. Setelahnya ia menyamankan diri duduk bersandar di kepala ranjang.
“Sudah ada kabar dari